JASON (7)

 7. Gondang (Batak, Sumatera Utara)

Gondang adalah alat musik tradisional suku Batak Toba (Sumatera Utara) yang terdiri dari beberapa jenis gendang yang dimainkan bersama sebagai satu ansambel. Gondang sudah ada sejak masa leluhur Batak dan berfungsi bukan hanya sebagai musik hiburan, tetapi juga memiliki makna spiritual dan ritual.

Gondang digunakan dalam:

  • Upacara adat pernikahan

  • Upacara kematian (Gondang Sabangunan)

  • Upacara syukuran

  • Kegiatan keagamaan kepercayaan Batak kuno

  • Penyambutan tamu

Dalam budaya Batak, Gondang dianggap sebagai bahasa komunikasi dengan leluhur. Nada dan ritme tertentu dipercaya dapat “memanggil” roh leluhur atau menyampaikan permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa (Mulajadi Nabolon).


Cara pembuatan Gondang Gondang dimainkan secara bersama-sama oleh beberapa pemain karena terdiri dari beberapa gendang dengan fungsi berbeda. Formasi umum terdiri dari:
  • Taganing → 5 gendang bernada

  • Gordang → 1 gendang besar pengatur ritme

  • Sarune Bolon → alat tiup utama (melodi)

  • Ogung → gong besar sebagai penanda tempo

  • Hesek → alat ritmis dari potongan logam/kecrek

Gondang dibuat secara tradisional oleh perajin Batak yang menguasai teknik turun-temurun.

A. Bahan:

  • Kayu nangka (paling sering karena kuat dan menghasilkan resonansi baik)

  • Alternatif: kayu ingul atau kayu haminjon

  • Kulit hewan (sapi atau kerbau) untuk membran

  • Rotan atau tali untuk pengikat

B. Proses Pembuatan Gendang (Taganing dan Gordang):
  1. Pemilihan Kayu
    Kayu dipilih yang kuat, tidak pecah, dan sudah dikeringkan.

  2. Pembentukan Tabung Gendang
    Kayu dipotong lalu dilubangi bagian tengahnya hingga membentuk tabung resonansi.
    Bagian luar dipahat membentuk silinder yang rapi dan proporsional.

  3. Menghaluskan Permukaan
    Tabung kayu diamplas agar halus dan siap dipasangi membran.

  4. Persiapan Membran
    Kulit sapi/kerbau direndam, dibersihkan, lalu dikeringkan hingga siap digunakan.

  5. Pemasangan Membran
    Kulit dipasang di kedua sisi gendang lalu diikat dengan rotan atau tali khusus agar kuat dan menghasilkan tegangan yang tepat.

  6. Penyeteman Nada

    • Bagian dalam gendang diatur ketebalannya.

    • Ketegangan kulit dinaikkan atau diturunkan untuk mendapatkan nada yang pas.
      Taganing harus memiliki 5 nada yang berbeda, sehingga proses tuning dilakukan dengan sangat teliti.

Cara memainkan : Dipukul dengan telapak tangan atau stik oleh pemain; ritme dan tempo dikendalikan untuk mengiringi nyanyian, tarian atau ritual.

  • Pemain memukul membran gendang dengan tangan atau stik pendek.

  • Taganing menghasilkan nada dan bisa memainkan melodi sederhana.

  • Gordang dan ogung memberi ritme dan tempo.

  • Sarune bolon memainkan melodi utama yang panjang dan melengking.

  • Pemain harus selaras karena gondang adalah musik ansambel, sehingga ritme dan pola pukulan harus sangat kompak.

Musik gondang terdengar ritual, ritmis, kuat, dan penuh semangat, mencerminkan karakter budaya Batak.

Catatan blog : Gambar gondang bersama hasapi atau taganing, dan suasana upacara Batak yang memakai gondang.

Cara diciptakan: Gondang berbentuk seperti gendang panjang dari kayu yang dikosongkan bagian tengahnya, dan kedua sisinya ditutup kulit sapi atau kerbau.


Kesimpulan 

Gondang Batak adalah ansambel musik tradisional suku Batak Toba yang memiliki fungsi ritual, sosial, dan budaya. Alat musik ini bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana komunikasi spiritual dengan leluhur dalam berbagai upacara adat.

Gondang dimainkan secara bersama-sama menggunakan gendang bernada (taganing), gendang besar (gordang), sarune bolon, ogung, dan hesek. Permainannya mengutamakan kekompakan, ritme, dan harmoni untuk menghasilkan musik yang kuat dan penuh energi.

Pembuatan gondang dilakukan dengan teknik tradisional menggunakan kayu nangka, kulit hewan, dan logam, melalui proses pemahatan, pemasangan membran, hingga penyeteman nada. Kerajinan ini diwariskan turun-temurun dan mencerminkan identitas budaya Batak.

Secara keseluruhan, Gondang Batak adalah warisan budaya yang menunjukkan kreativitas, spiritualitas, dan kekuatan tradisi masyarakat Batak.


Comments

Popular posts from this blog

Sasando – Harpa Eksotis dari Pulau Rote

Gong – Dentang Sakral dari Nusantara

Gamelan – Orkestra Tradisional Jawa dan Bali