JASON (8)

 8. Gendang Melayu (Riau)


Gendang Melayu adalah alat musik pukul tradisional yang berkembang di wilayah Riau, Sumatera Timur, dan pesisir Melayu lainnya. Alat musik ini telah ada sejak masa kerajaan-kerajaan Melayu, seperti Kerajaan Siak Sri Indrapura.

Gendang Melayu digunakan dalam:

  • Musik tradisi Zapin

  • Tari Melayu (Tari Persembahan, Tari Inang, Tari Joget)

  • Upacara adat pernikahan

  • Penyambutan tamu kehormatan

  • Acara kesultanan dan kegiatan keagamaan

Secara budaya, gendang menjadi pengatur ritme dalam kesenian Melayu. Bunyi gendang melambangkan semangat, kegembiraan, dan menjadi identitas musik Melayu yang kuat. Dalam tradisi Zapin, gendang dipercaya sebagai alat musik pertama yang dibawa oleh pedagang Arab dan Persia, lalu berpadu dengan budaya lokal Melayu.


Asal mula & pembuatan :

  • Pembuatan Gendang Melayu membutuhkan keterampilan khusus yang diwariskan turun-temurun.

    Bahan Utama:

    • Kayu nangka (paling umum karena kuat dan menghasilkan resonansi baik)

    • Kulit kambing atau sapi (untuk membran)

    • Rotan atau tali pengikat

    • Paku atau lem kayu

    • Pewarna/vernis

    Proses Pembuatan:

    1. Pemilihan dan Pengeringan Kayu

    Kayu nangka dipilih yang berumur tua agar keras. Kayu dikeringkan beberapa minggu hingga benar-benar kering untuk mencegah retak.

    2. Membentuk Tabung Gendang

    • Kayu dibentuk menyerupai tabung.

    • Bagian dalam dilubangi secara manual hingga menjadi ruang resonansi.

    • Ketebalan disesuaikan agar menghasilkan suara yang bagus.

    3. Menghaluskan dan Memperindah

    Bagian luar gendang dipahat rapi lalu diamplas, kemudian diberi vernis agar mengilap.

    4. Persiapan Membran Kulit

    • Kulit kambing atau sapi direndam beberapa hari.

    • Dibersihkan, direntangkan, lalu dijemur sampai kencang.

    • Semakin tipis kulit, semakin nyaring suara gendang.

    5. Pemasangan Membran

    • Kulit dipasang pada kedua sisi tabung gendang.

    • Diikat menggunakan rotan atau tali kuat hingga menegang.

    • Proses pengikatan sangat penting karena menentukan kualitas bunyi.

    6. Penyeteman (Tuning)

    • Tegangan kulit disesuaikan menggunakan rotan/tali pengikat.

    • Perajin menguji suara dengan memukul dan menyesuaikan sampai menghasilkan nada yang bulat dan jernih.


Cara memainkan :

Teknik Memainkan:

  • Pemain duduk sambil memegang gendang dengan posisi miring.

  • Bagian membran kulit dipukul menggunakan:

    • telapak tangan

    • jari

    • atau stik pendek (jika digunakan versi gendang zapin Arab)

  • Pukulan terdiri dari 3 suara dasar:
    “pak”, “pong”, dan “tak”, yang dihasilkan dari teknik pukulan berbeda.

  • Pemain mengikuti pola ritme cepat dan dinamis, terutama pada tarian zapin.

  • Irama harus stabil, rapi, dan kompak karena gendang adalah pengatur tempo utama dalam ansambel musik Melayu.

Musiknya terdengar enerjik, bersemangat, dan bergerak cepat.

Catatan blog : Gambar gendang melayu solo dan dalam orkes tradisional Melayu, dan teknik pukulannya.

Cara diciptakan :
Terbuat dari kayu keras dan kulit hewan (biasanya kambing). Kedua sisinya dilapisi kulit dan diikat dengan tali rotan untuk mengatur kekencangan suara.


Kesimpulan 

Gendang Melayu Riau adalah alat musik pukul yang berasal dari budaya Melayu pesisir dan sangat berperan dalam musik zapin dan tarian tradisional. Alat ini dimainkan dengan pukulan tangan dan menghasilkan ritme yang hidup. Proses pembuatannya melibatkan kayu nangka, kulit hewan, dan teknik tradisional yang teliti, mulai dari membuat tabung, memasang membran, hingga penyetema

Comments

Popular posts from this blog

Sasando – Harpa Eksotis dari Pulau Rote

Gong – Dentang Sakral dari Nusantara

Gamelan – Orkestra Tradisional Jawa dan Bali