KENNETH VARIO WIJAYA (3)

  MENGENAL ALAT MUSIK YANG TERANCAM PUNAH: GENGGONG


Permainan alat musik Genggong

Pernahakan anda melihat pertunjukkan di Bali yang menggunakan alat musik ini? Bayangan anda saat pertama kali lihat secara langsung atau melihat gambar pada blog ini pasti langsung berasumsi bahwa alat musik ini mirip sekali sama harmonika. Walaupun sangat mirip, cara dimainkan dan sejarahnya sangat berbeda.

Alat musik ini adalah Genggong. Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang terkenal pada abad ke-11, namun sudah mulai jarang terlihat akibat perbedaan zaman. Dilansir dari detik.com yang mengatakan bahwa puncaknya pengenalan alat musik ini berada di tahun 1990an dimana banyak wisatawan yang suka menonton alat musik ini di hotel atau pertunjukkan diluar.

Cara bermain alat musik ini sangat berbeda dengan harmonika. Walaupun dimainkan dengan cara diletakkan di mulut, namun alat musik ini tidak ditiup melainkan diletakkan di mulut hanya sebagai penyangga, suara dihasilkan dari tarikan dan uluran tali di salah satu ujungnya, tali yang bergetar menghasilkan suara. Oleh sebab itu, Genggong merupakan alat musik idiofon karena suara dihasilkan dari alat musiknya.

Berdasarkan sumber, Genggong memiliki banyak asal-usul pembuatan, beberapa sumber mengatakan awalnya genggong berasal dari Desa Batuan, ada juga yang menyebutkan berasal dari Suku Sasak di Pulau Lombok. Genggong merupakan alat musik yang diciptakan oleh para petani yang ingin menghibur diri dari lelahnya bekerja, pada saat itu instrumen musik sangat populer, konon katanya lelaki yang dapat memainkan alat musik akan didekatkan banyak perempuan.

Genggong terbuat dari bambu tipis atau pelapah pohon aren yang dipotong dengan hati-hati membentuk seperti seluring pesergi panjang. Genggong merupakan alat musik yang bersifat individual dan dapat dimainkan oleh siapapun, namun orang yang mahir memainkannya akan membuat nada terdengar sakral.

Genggong biasanya dimainkan di acara agama, pertunjukkan tarian adat Bali, dan kehidupan sehari-hari. Namun, di era musik modern, Genggong sudah sangat jarang ditemukan dan terancam punah, bagaimana tindakan kita sebagai anak muda?


Cara kita generasi muda melestarikan Genggong

  • Mempelajari dan mempraktikkannya dimanapun
Tinggal di era teknologi digital, sebagai anak muda dapat dengan mudah mencari informasi mengenai Genggong, tutorial memainkannya sudah banyak tersebar lewat video maupun blog di internet, sehingga tinggal tunggu inisiatif dari generasi muda seperti kita untuk mempelajari dan mempraktikkannya.

  • Aktif mengikuti lomba dan organisasi Genggong
Berpartisipasi lomba alat musik tradisional dengan Genggong sama saja dengan memperkenalkan Genggong ke masyarakat luas, mengikuti organisasi dari offline maupun secara daring melalui grup sosial media merupakan langkah yang bagus.

  • Memperkenalkan Genggong kepada teman dan sekitar dengan bangga
Ketika kita memperkenalkan Genggong kepada teman kita dengan rasa bangga dan percaya diri, maka itu akan menjadi sebuah inspirasi kepada teman kita agar ingin memainkannya.

  • Memanfaatkan teknologi digital 
Sebagai anak muda harus dapat memanfaatkan teknologi seperti sosial media yang memiliki penyebaran yang sangat luas dan cepat, sehingga cocok untuk melestarikannya.



Sumber:
  • https://www.detik.com/bali/budaya/d-8019640/genggong-alat-musik-kuno-bali-sejak-abad-ke-11
  • https://regional.kompas.com/read/2023/01/14/201228778/mengenal-genggong-asal-musik-tradisional-khas-suku-sasak-asal-usul-dan-cara?page=all
  • https://www.merahputih.com/post/read/mengenal-genggong-alat-musik-tradisional-sumatera-selatan-yang-mirip-harmonika
  • https://lombok.tribunnews.com/2022/10/19/mengenal-genggong-alat-musik-tradisional-khas-suku-sasak-yang-terbuat-dari-pelepah-pohon-aren

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sasando – Harpa Eksotis dari Pulau Rote

Gong – Dentang Sakral dari Nusantara

Gamelan – Orkestra Tradisional Jawa dan Bali