KENNETH VARIO WIJAYA (4)

 MENGENAL SENI ALAT MUSIK TAMBUA TANSA 


Permainan Tambua Tansa
Tambua Tansa merupakan alat musik tradisional khas Minangkabau, Sumatera Barat. Alat musik ini tumbuh dan berkembang pertama kali oleh masyarakat Pariaman yang sering dipertunjukkan di upacara adat dan upacara keagamaan. 

Dilansir dari RRI.co.id yang menyatakan bahwa sebenarnya alat musik ini merupakan bawaan dari pedagang Gujarat asal India saat berada di Pariaman, diduga hasil percampuran budaya karena pernikahan dan perdagangan dari masyarakat India dengan Pariaman menghasilkan seni alat musik Gandang Tambua Tansa.

Tambua Tansa terdiri dari 2(dua) alat musik yaitu Gandang Tambua dan Gandang Tansa. Gandang Tambua berbentuk seperti tabung dengan bahan kayu pada sampingnya dan kulit pada 2(dua) sisi permukaannya, dimainkan oleh 6(enam) orang dengan cara disandang di salah satu bahu pemain dan memukulnya dengan menggunakan dua stik berbahan kayu. Gandang Tansa berbentuk seperti bola yang hanya memiliki 1(satu) sisi kulit dan dimainkan dengan cara dipukul, alat musik ini dimainkan oleh 1(satu) orang.

Tambua Tansa bukan hanya sekedar alat musik namun sebuah identitas masyarakat Sumatera Barat, alat musik ini memiliki sifat rasa semangat kepahlawanan karena menghasilkan suara yang besar dan kuat. Alat musik ini biasa digunakan dalam upacara keagamaan seperti Upacara pengangkatan penghulu, Upacara penyambutan tamu agung, Upacara khatam Alqur’an, Upacara adat nagari, dan upacara adat seperti mengiringi acara bararak kawin dan arakan Sunnah Rasul.

Gandang Tansa memiliki fungsi sebagai alat yang memimpin dan membuka alur suatu lagu, sedangkan Gandang Tambua memiliki fungsi untuk mengikuti alur dan memeriahkan serta mendukung Gandang Tansa dalam menyanyikan suatu lagu.

Lagu yang biasa dibawakan adalah lagu Oyak tabuik dan Sosoh yang bertempo cepat, dinamik keras, dan energik. Sehingga penghayatan yang mendalam membangkitkan semangat kepahlawanan.

Biasanya kita dapat menemukan pertunjukkan Tambua Tansa di Sumatera Barat, lantas kita sebagai orang yang tidak berkempatan untuk melihat, apa yang perlu dilakukan agar tetap membantu melestarikan kesenian saudara kita.

  • Mempelajari kesenian Tambua Tansa
Kita dapat memanfaatkan teknologi digital untuk mempelajari kesenian lewat internet, tanpa perlu interaksi dan kontak langsung dengan masyarakat Minangkabau, kita dapat mendukung dari jauh dengan membantu menyebarkan pelajaran yang ada di sosial media.


Sumber Youtube Jurnal Minang
  • Menanggapi kesenian dengan bangga dan rasa hormat
Yang dapat kita lakukan selanjutnya adalah dengan bangga memperkenalkan alat musik Tambua Tansa kepada orang yang belum mengenalinya walaupun bukan merupakan alat musik tradisional daerah kita. Kita juga perlu menunjukkan rasa hormat yang toleransi dan damai.



Sumber:
  • https://rri.co.id/bukittinggi/daerah/1420584/mengenal-kesenian-tambua-tansa
  • https://www.indonesia.travel/id/id/travel-ideas/gandang-tambua/
  • https://www.harianhaluan.com/news/109818741/mengenal-tambua-tasa-kesenian-tradisional-dari-pariaman-jadi-simbol-semangat-kepahlawanan
  • https://www.youtube.com/watch?v=_LDT7b2Kd_0

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sasando – Harpa Eksotis dari Pulau Rote

Gong – Dentang Sakral dari Nusantara

Gamelan – Orkestra Tradisional Jawa dan Bali